KURIKULUM • KEMITRAAN • MUTU LULUSAN
ROKAN HILIR - Institut Teknologi Rokan Hilir (ITR) melalui Fakultas Sains dan Teknologi menyelenggarakan Bedah dan Review Kurikulum Outcome Based Education (OBE), Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor ITR Dr. Zulfikar, S.E., M.M. dan menghadirkan reviewer dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta unsur pendidikan. Penguatan mutu tiga program studi diarahkan untuk menyelaraskan capaian pembelajaran dengan kebutuhan nyata dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
Rektor ITR Dr. Zulfikar, S.E., M.M. membuka kegiatan Bedah dan Review Kurikulum OBE.
Review kurikulum mencakup tiga program studi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi, yakni Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Agroteknologi. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menilai keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan, kompetensi yang dibangun di kampus, dan kebutuhan yang dihadapi di lapangan kerja.
Kegiatan diinisiasi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi ITR, Fitra Yuda, S.Kom., M.Kom., sebagai bagian dari penguatan mutu akademik. Langkah ini diarahkan agar kurikulum tidak berhenti pada pemenuhan dokumen pembelajaran, tetapi terus diperbarui berdasarkan perkembangan profesi, teknologi, serta praktik di dunia kerja.
FOKUS KEGIATAN
Mewujudkan kurikulum berbasis outcome yang adaptif, relevan, selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
.jpeg)
Dari unsur dunia usaha dan dunia industri, reviewer berasal dari Pertamina Hulu Rokan, Balai Penyuluhan Pertanian Sedinginan, dan PKS Ujung Tanjung. Sementara itu, unsur pendidikan diwakili oleh SMK Negeri 1 Tanah Putih dan SMK Negeri 2 Tanah Putih.
Keterlibatan para mitra memberikan sudut pandang yang saling melengkapi. Sektor energi dan industri menghadirkan gambaran mengenai kedisiplinan, keselamatan, pemanfaatan teknologi, serta kompetensi kerja; sektor pertanian memberi masukan yang dekat dengan kebutuhan lapangan; sedangkan sekolah menengah kejuruan memperkuat kesinambungan pendidikan dan pengembangan keterampilan.
Melalui dialog tersebut, setiap program studi memperoleh bahan untuk meninjau kembali relevansi pembelajaran dengan kebutuhan pengguna lulusan. Masukan dari para reviewer diharapkan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan terapan, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan memasuki lingkungan profesional.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen ITR untuk menjaga mutu pendidikan secara berkelanjutan. Dengan kurikulum yang semakin selaras dengan perubahan dunia kerja, lulusan ITR diharapkan mampu bekerja sesuai bidang keahliannya, menjawab kebutuhan industri dan masyarakat, serta memberi kontribusi bagi pembangunan daerah.
Kebersamaan ITR dan mitra memperkuat sinergi penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
